IBX5A70107581C76

Saturday, September 9, 2017

Wajib Baca! Pengejar IPK Tinggi

Mana Pilihanmu, Mahasiswa ‘Kupu-kupu’ atau Mahasiswa ‘Kura-kura’?
Oleh: Ema Rosalita

Ini tentang pilihan, pilihan untuk menjadi mahasiswa seperti apa. Kupukupu (Kuliah-Pulang) atau Kura-kura (Kuliah-Rapat), apakah mahasiswa dengan IP 4,00 yang rajin keluar masuk perpustakaan, mahasiswa yang selalu terkantuk-kantuk di kelas, mahasiswa yang kuliah-pulang-kantin-kostan-kampung, mahasiswa yang selalu mengikuti rapat atau organisasi apa saja, mahasiswa yang hanya pamer gaya setiap kali ke kampus, atau tipe mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Senyum tersungging di wajah Stella Talitha saat kami bertemu. Gadis kelahiran Bogor 21 tahun yang lalu ini tengah asyik berselancar di dunia maya. Sejenak mengabaikan laptopnya, Stella, begitu panggilan akrabnya bercerita tentang idealismenya dalam dunia perkuliahan.

ema1Stella tercatat sebagai mahasiswi program studi Bahasa dan Sastra Indonesia jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Selama 7 semester kuliah, tidak ada satupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diminatinya. Perhatiannya hanya tertuju pada kuliah dan tugas-tugas. Mengapa ia enggan berorganisasi? Bukankah sebagai Agent of  Social Control sudah selayaknya mahasiswa aktif dalam berbagai organisasi?

“Mengikuti kata hati. Aku nggak pengin kegiatan organisasi mengganggu kuliah. Soalnya kalau aku lihat, banyak kakak tingkat yang aktif di organisasi baik kampus maupun luar kampus nggak lulus-lulus. Seolah-olah fokus utama mereka hanya ke kegiatan organisasi dan menelantarkan kuliah. Aku nggak mau kayak gitu”, jawab gadis yang hobi nonton film ini.

Ini tentang pilihan, pilihan untuk menjadi mahasiswa seperti apa. Kupu-kupu (Kuliah-Pulang) atau Kura-kura (Kuliah-Rapat), apakah mahasiswa dengan IP 4,00 yang rajin keluar masuk perpustakaan, mahasiswa yang selalu terkantuk-kantuk di kelas, mahasiswa yang kuliah-pulang-kantin-kostan-kampung, mahasiswa yang selalu mengikuti rapat atau organisasi apa saja, mahasiswa yang hanya pamer gayasetiap kali ke kampus, atau tipe mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Awal September 2009 merupakan momen penting bagi Stella menjadi mahasiswa. Sudah jelas cita-citanya menjadi guru atau dosen telah memasuki gerbang awal. Lulus tepat waktu dengan predikat cumlaude tentu menjadi targetnya. “Aku pengin bikin orangtua bangga. Nggak masalah aku nggak aktif di organisasi kampus atau istilahnya jadi mahasiswa kupu-kupu, yang penting buat aku sekarang ya wisuda tepat waktu, syukur-syukur sih bisa cumlaude. Amin. hehe”, ucapnya penuh semangat. Meskipun ia hobi main, belanja, dan nonton, ia tetap menomorsatukan kuliah. Terbukti IP nya selalu di atas 3,50, bahkan di semester kemarin ia mendapat IP 4,00. Wow!

“Yang penting bisa mengatur waktu sih antara main sama tugas kuliah. Harus bisa mengatur waktu. Pada dasarnya aku emang nggak suka sama kegiatan-kegiatan UKM atau organisasi gitu sih ya. Hmm, menurut aku IP juga berperan penting buat daftar kerja. Kan kalau daftar kerja gitu yang diliat IPnya dulu. Masalah pengalaman di organisasi mah pasti bisa muncul dengan sendirinya. Nggak apa jadi mahasiswa kupu-kupu yang penting berprestasi. Hehehe”, jelas penyuka novel ini sambil tertawa.

Berbeda dengan Stella, Ase mengutarakan pendapatnya sendiri tentang pilihan menjadi mahasiswa. Pemilik nama lengkap Dery Saiful Hamzah ini aktif dalam kegiatan-kegiatan Himasatrasia (Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia) dan mengikuti acara yang diadakan oleh UKM sejak awal kuliah.

“Ase memang suka berorganisasi. Ya banyak manfaat yang bisa didapat dari aktif di organisasi. Karena kita sebagai mahasiswa kan tidak hanya mengandalkan ilmu akademis tetapi juga pengalaman. Jadi menurut Ase, organisasi itu penting ya sebagai tahap awal kita terjun di kehidupan nyata dan masyarakat.”, kata pria asli Bandung ini.

Untuk membentengi diri dari kesibukan sana-sini, ia mulai mengatur waktu. “Awalnya sih cukup keteteran ya, bingung mana yang harus diutamakan, kuliah atau rapat himpunan. Tapi akhirnya Ase membuat prioritas, kalau sekiranya rapat itu tidak terlalu ‘membutuhkan’ Ase ya  Ase tidak datang. Kalau misalnya ada beberapa rapat dari organisasi yang Ase ikuti, Ase pilih yang paling utama dan penting. Dinikmati sajalah dan pintar-pintar memenej waktu.”ema2

Menjadi mahasiswa tidak hanya mengandalkan ilmu yang didapat dari dosen, berbaur dengan kehidupan nyata juga perlu sebagai bekal terjun di masyarakat. Kampus sebagai sentral kegiatan mahasiswa pasti menawarkan UKM-UKM yang berkaitan dengan mahasiswa. Sayangnya beragam kegiatan ini seringkali mengadakan rapat atau aktifitas yang menyita waktu. Disinilah mahasiswa harus bisa memprioritaskan salah satunya, jangan sampai terjebak dan berakibat pada terhambatnya kelulusan.

“Walaupun sibuk, Alhamdulillah kuliah Ase lancar. Ase juga nambah pengalaman, jadi nanti nggak kaget pas terjun ke masyarakat. Nggak ada salahnya lah kita aktif di beberapa organisasi atau UKM yang diadakan di kampus”, tambahnya lagi.

Selain aktif di kampus, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tingkat akhir ini juga membuka bisnis katering dan percetakan. Untuk lebih mengasah minatnya di bidang puisi, pria yang memiliki moto hidup adalah masalah, masalah adalah kehidupan kita mulai aktif bersama kelompok musikalisasi puisi bersama beberapa rekannya.

Menjadi mahasiswa adalah pilihan, toh Pemerintah hanya mewajibkan warganya untuk mengenyam bangku sekolah selama 9 tahun. Iya sekolah, ini artinya kita boleh-boleh saja menuntut ilmu sampai bangku kuliah. Ini bukan tentang mahasiswa akademis yang hanya mengejar IP atau mahasiswa yang gemar hura-hura, melainkan tentang bagaimana kita bisa bijaksana dalam menentukan pilihan. Jadi, tipe mahasiswa seperti apakah kalian?

Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI Bandun
Dalam dunia perkuliahan baik sesudah atau sebelum resmi menjadi seorang mahasiswa baru atau biasa disingkat maba, kalimat "Jangan jadi mahasiswa kupu - kupu" kerap kali diserukan kepada para calon mahasiswa terlebih ketika mereka sedang menjalankan kegiatan orientasi atau ketika para anggota organisasi tengah mengadakan demo perkenalan oraganisasi mereka masing-masing dikampus. Aku rasa sudah banyak yang tau apa itu mahasiswa kupu - kupu, yakni mahasiswa yang kegiatannya hanya kuliah-pulang, kuliah-pulang. Hal ini erat kaitannya dengan kegiatan organisasi yang ada dalam lingkungan kampus, karena bagi mereka yang sama sekali tak ikut serta sebagai anggota organisasi dikampus akan mendapatkan julukan "Mahasiswa kupu-kupu".

Apa yang salah dari Mahasiswa Kupu-kupu ?

Sebenarnya sampai saat ini aku masih belum tau pengertian secara mendalam dari istilah mahasiswa kupu-kupu ini, atau mungkin istilah ini hanyalah sekedar julukan tanpa perlu memberikan penjelasan panjang lebar. Tapi sejujurnya aku sedikit keberatan dengan julukan ini yang seperti mengarah kepada julukan yang negatif, apalagi aku adalah salahsatunya mahasiswa yang sering diberikan julukan "Dasar Mahasiswa kupu-kupu" waaah dan julukan ini sering aku dapatkan ketika masih imut-umutnya disemester satu. Bahkan ketika di lift  kampus pun kawanku tak segan-segan melontarkan kalimat "Laah mahasiswa kupu-kupu sih lo mah diana", karena sering sekali mendapatkan julukan itu akhirnya aku berfikir "Apa sih salahnya jadi mahasiswa kupu-kupu ?" toh aku punya beberapa pendapat yang sepertinya memang tak ada salahnya menjadi mahasiswa kupu-kupu yang kuliah-pulang, kuliah-pulang.

1. Sama-sama menghargai waktu

Jika alasannya sesorang mahasiswa diberikan julukan "mahasiswa kupu-kupu" adalah karena dia sama sekali tak ikut dalam kegiatan organisasi dikampus apakah itu artinya dia tak memiliki kegiatan lain yang bersifat positif diluar lingkungan kampus ?. Ya ketika kita terlibat dalam kegiatan organisasi dalam lingkungan sekolah memang pada dasarnya akan membuat diri ini menjadi berkembang, aktif, mampu bersosialisasi dan lainnya. Lho tapi kan bukan berarti yang tak ikut organisasi juga tak bisa berkembang, aktif ataupun bersosialisasi dengan baik, apalagi kalau bicara mencari pengalaman wah pengalaman juga banyak kok yang bersifat positif diluar lingkungkan kampus.

2. Yakin benar - benar rugi ?

"Rugi lho kalau sama sekali gak ada pengalaman di organisasi kampus". Ya bagiku ukuran rugi tak rugi itu urusan pribadi yang semuanya tak selalu sama dengan orang lain, mungkin untuk beberapa orang memang akan merasa rugi apabila hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu dan menyesalinya dikemudian hari. Namun ketika kita lihat kembali beberapa kasus diberita seperti kekerasan yang berkaitan dengan kegiatan didalam organisasi kampus, itu artinya semua kegitan organisasi tak segalanya berjalan dengan baik kan ?. Memang sih semua tergantung kepada diri masing - masing dalam menempatkan diri untuk terlibat atau tidaknya dalam hal negatif dan positif, tapi dari hal itu juga membuktikan bahwa berorganisasi belum tentu mengarahkan kita pada kegiatan bersosialisasi yang baik.

3. Bisa menghargai biaya kuliah

Selain mendapatkan julukan "Mahasiswa kupu-kupu" aku juga sering dibilang kuliah kok cuma buat isi daftar hadir doang. Waduh lengkap banget udah dibilang mahasiswa kupu-kupu eh dibilang kuliah cuma buat absen doang. Nih ya, masalah kuliah untuk sekedar isi daftar hadir atau tidak ya itu bukan masalah selama mahasiswa itu hadir dalam perkuliahan alias bukan mahasiswa tuyul yang hanya ada didaftar hadir aja tapi orangnya entah kemana. Setidaknya mahasiswa kupu-kupu seperti aku ini masih bisa menghargai uang yang dikeluarkan oleh orang tua setiap semesternya untuk biaya kuliah cieee, ya kalau selama kuliah tak ada sama sekali ilmu yang nyangkut ini baru namanya mahasiswa kupu-kupu sesungguhnya, tapi percaya deh walau hanya sedikit ya ada kok ilmu yang nyangkut diotakku hehee. Nah coba kalau kita lihat lagi dengan beberapa mahasiswa yang memiliki kesibukan diluar jam perkuliahan, kadang beberapa dari mereka memang lebih mementingkan kegiatan organisasi daripada jam perkuliahan, wah padahalkan biaya kuliah itu cukup mahal. Sampai aku pernah tertawa ngakak baca status temanku yang kurang lebih seperti ini "Gw salute sama orang yang aktif diorganisasi kampus tapi gak ada manfaatnya sama sekali termasuk buat dia sendiri" wkwkk jadi itu kira-kira ngapain aja ya diorganisasi ?

4. Fokus belajar

Mungkin kesannya lebay banget ya "Fokus belajar" namun memang hal ini juga tak bisa dipungkiri sebagai keuntungan menjadi mahasiswa kupu-kupu. Banyak kegiatan yang pastinya akan membuat seseorang menjadi sangat sibuk ketika melibatkan dirinya dalam suatu oraganisasi dikampus ataupun misalnya nongkrong dulu bareng teman-teman di kafe kampus, hal ini bisa saja menyebabkan kurangnya konsentrasi terhadap perkuliahannya. Nah disinilah sisi baik dari menjadi mahasiswa kupu-kupu, mereka bisa lebih fokus belajar terhadap mata kuliah tanpa tek tek bengek urusan organisasi dikampus ataupun rumpi-rumpi cantik mejeng dikafe kampus. Dan kesempatan untuk "Me time" juga sangat banyak bagi mahasiswa kupu-kupu sehingga bisa dimanfaatkan untuk menghibur diri atau sekedar santai santai sendiri ditaman sambil nulis dikompasiana hehee.

Ingin seperti apapun gaya seorang mahasiswa jelas itu urusan mereka, mereka bebas memilih ingin menjadi mahasiswa kupu-kupu atau bukan. Tulisanku juga bukan termasuk suatu bentuk pembelaan diri karena sering dikategorikan sebagai mahasiswa kupu-kupu ya hehee. Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan bahwa tak ada salahnya menjadi sosok mahasiswa yang kerjaanya kuliah-pulang, kuliah-pulang, toh selama hal ini tak merugikan diri sendiri apalagi orang lain jelas bukan masalah. Sepertinya juga julukan mahasiswa kupu-kupu kalau mau diperjelas pengertiannya mungkin julukan ini lebih tepat untuk seorang mahasiswa yang kerjaanya kuliah-pulang, kuliah-pulang tanpa bawa bekal ilmu sama sekali. bener gak sih ? hehee, aku tulis artikel ini bukan untuk menyinggung ya, jadi kalau ada kalimat yang kurang bisa diterima ya aku mohon maaf. Salam....

Tangerang, 11 Maret 2017.

Diana.

Semasa kuliah mungkin kamu berpikir IPK adalah segalanya, penyesalan mungkin baru mulai muncul ketika dihadapkan dengan realitas pencari kerja. Tak banyak yang bisa menambahkan bilangan halamanmu sewaktu sampai ke kolom pengalaman organisasi atau kerja. Banyak kandidat lain yang ternyata punya kualifikasi yang lebih dari kamu, yakni mereka-mereka yang punya banyak hal yang bisa dibanggakan di hadapan HRD perusahaan saat wawancara, yang bukan hanya IPK semata. Mereka yang CV-nya dihiasi dengan pengalaman organisasi (dalam dan luar kampus), pertukaran pelajar, dan bahkan konferensi internasional. Sementara itu kamu yang hanya bisa membanggakan IPK saja, cuma bisa tertunduk jiper.

5. Makanya, kamu tak bisa terlalu idealis dalam memilih pekerjaan. Karena buktinya, makin ke sini makin sedikit lowongan pekerjaan yang menginginkan fresh graduate yang nihil pengalaman

Harus merendahkan standar untuk pekerjaan pertama
Harus merendahkan standar untuk pekerjaan pertama via abcnews.go.com
Banyak perusahaan yang melihat kualitas calon pegawainya tak hanya dari nilai semata. Tapi juga dari pengalaman organisasi yang dimiliki. Bukannya tanpa alasan, perusahaan menilai kalau mereka yang kuliah sembari organisasi biasanya terbiasa multitasking, terbiasa berkompromi, tahu caranya bernegosiasi, dan mampu menghadapi perbedaan sudut pandang saat berdiskusi. Dengan kata lain, mereka yang aktif berorganisasi dinilai lebih tangguh dalam berbagai aspek, ketimbang mereka yang semasa kuliahnya kupu-kupu.

Nah, oleh sebab itu baiknya kamu jangan terlalu idealis milih kerjaan. Untukmu yang masih minim pengalaman, baik pengalaman organisasi atau kerja, cobalah untuk melamar perusahaan startup atau perusahaan yang menyediakan program perekrutan dengan sistem MT (management trainee) yang cenderung membidik calon pegawai yang bisa dibentuk. Maksudnya mereka yang lebih mudah untuk diarahkan sesuai keinginan perusahaan.

6. Terakhir, lebih baik terlambat daripada sama sekali tak mencoba. Mulai sekarang isilah waktu luangmu berburu pengalaman sambil mencari pekerjaan

Misalnya saja dengan mengikuti kelas inspirasi.
Misalnya saja dengan mengikuti kelas inspirasi via isigood.com
Sembari menanti panggilan kerja, kamu bisa mengisi waktumu dengan berkegiatan amal. Nantinya, kegiatan amal ini bisa kamu masukkan dalam CV dan bisa bikin kualifikasimu naik tingkat. Buat kamu yang nggak terbiasa berorganisasi, kegiatan amal bisa kamu jajal demi memperkaya CV-mu. Tenang, kegiatan amal relatif lebih fleksibel kok waktunya. Kamu bisa menjajal Kelas Inspirasi yang biasanya cuma meminta waktumu beberapa hari saja. Atau bahkan jadi relawan NGO lingkungan yang biasanya hanya di weekend saja. Yuk, ikutan! Lebih baik telat daripada nggak sama sekali. Itung-itung isi waktu luang sembari menunggu panggilan wawancara.

0 comments:

Post a Comment

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html